Screenshot
Kaltara berkisah.id, TANJUNG SELOR– Kekayaan budaya Kalimantan Utara tidak hanya tersimpan dalam artefak atau arsitektur, tetapi juga hidup dan berdenyut dalam setiap dentuman musik serta gemulai tarian tradisionalnya. Sektor seni pertunjukan ini memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan sebagai atraksi utama pariwisata yang mampu menjangkau wisatawan dari berbagai penjuru.
Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Utara menegaskan bahwa seni tari dan musik tradisional adalah “bahasa” universal yang efektif untuk memperkenalkan identitas Bumi Benuanta. Keunggulan utamanya terletak pada kemampuannya menghadirkan pengalaman multidimensivisual, suara, gerak, dan cerita dalam satu waktu.
“Wisatawan yang datang tidak hanya sekadar menonton, tetapi mereka menyelami filosofi dan cerita di balik setiap tarian. Pertunjukan seni adalah cara paling dinamis dan mudah dinikmati oleh siapa saja, tanpa terkecuali,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kaltara.
Agar potensi ini benar-benar optimal, pengembangannya harus dilakukan dengan pendekatan yang serius dan terarah. Setiap pertunjukan seni tidak boleh berdiri sendiri sebagai agenda seremonial semata, melainkan harus disertai dengan narasi dan edukasi mengenai asal-usul serta makna budayanya.
Salah satu kunci keberlanjutan adalah pelibatan aktif generasi muda. Selain sebagai penampil, anak muda didorong untuk terlibat dalam manajemen dan pengelolaan pertunjukan. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga regenerasi seni sekaligus membuka peluang pengembangan kapasitas profesional bagi generasi penerus Kaltara.
Pemerintah daerah juga merencanakan penjadwalan pertunjukan secara rutin yang terintegrasi dengan destinasi wisata unggulan, pusat kota, dan agenda festival tahunan. Dengan aksesibilitas yang mudah, atraksi ini diharapkan menjadi agenda wajib bagi para pelancong.
Di era digital, promosi memegang peran vital. Cuplikan pertunjukan yang dikemas secara artistik dan menarik akan disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial untuk membangkitkan rasa penasaran wisatawan.
Dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, seni pertunjukan tradisional Kalimantan Utara diyakini tidak hanya akan melestarikan identitas budaya, tetapi juga bertransformasi menjadi produk wisata unggulan yang memberikan multiplier effect ekonomi bagi masyarakat lokal.
