Kaltara berkisah.id, TANJUNG SELOR – Memasuki era persaingan global yang semakin terbuka, pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menuntut kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif dan berdaya saing internasional.
Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kaltara mendorong penuh generasi muda atau anak-anak muda Kaltara untuk aktif menguasai bahasa asing sebagai jembatan strategis dalam memajukan daerah serta membawa karya lokal hingga mancanegara.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltara, Dr. Njau Anau, S.Pd., M.Si., memandang kemampuan berbahasa asing bukan lagi sekadar pilihan pelengkap, melainkan sebuah kebutuhan mutlak di tengah posisi strategis Kaltara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga serta menjadi gerbang destinasi internasional.
Dalam pandangannya yang kritis, Njau Anau menyoroti bahwa seringkali potensi besar karya dan produk lokal anak daerah terbentur pada sekat komunikasi saat berhadapan langsung dengan wisatawan maupun investor asing.
“Kita tidak bisa lagi hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Visi Kaltara Maju hanya akan menjadi angan-angan jika SDM kita gagap komunikasi global. Anak-anak muda Kaltara harus mulai serius belajar bahasa asing, baik itu bahasa Inggris, Mandarin, atau bahasa internasional lainnya. Bahasa adalah kunci utama membuka pintu dunia, agar karya anak daerah, produk UMKM kita, dan potensi pariwisata Kaltara mampu berbicara banyak di panggung global tanpa ada kendala komunikasi,” tegas Njau Anau.
Menghapus Batas Ruang dan Waktu untuk Karya Lokal
Dispar Kaltara menilai bahwa kreativitas anak-anak muda Kaltara di berbagai sektor, mulai dari seni pertunjukan, kriya, kuliner, hingga ekonomi digital memiliki kualitas yang tidak kalah bersaing dengan daerah lain. Namun, tantangan terbesarnya adalah bagaimana memperluas jangkauan pasar hingga keluar negeri (go international).
Melalui penguasaan bahasa asing, para pelaku kreatif dan generasi muda diharapkan mampu melakukan negosiasi mandiri, memanfaatkan jejaring pemasaran digital global, serta menceritakan narasi budaya lokal Kaltara secara memikat kepada dunia internasional.
“Karya putra-putri Kaltara itu luar biasa potensinya. Tapi percuma kita punya produk hebat kalau saat berhadapan dengan buyer atau turis asing, kita tersendat di bahasa. Penguasaan bahasa asing adalah investasi intelektual yang akan melipatgandakan nilai ekonomi karya lokal kita hingga tembus lintas negara,” tambahnya.
Ke depan, Dispar Kaltara mendorong terbangunnya kolaborasi lintas sektor, melibatkan lembaga pendidikan, komunitas pemuda, dan para pelaku industri pariwisata untuk menggalakkan pelatihan bahasa praktis, khususnya hospitality language bagi generasi muda di destinasi-destinasi wisata unggulan.
Dengan langkah taktis ini, Kaltara tidak hanya siap secara infrastruktur dan amenitas, tetapi juga siap secara mental dan kapasitas SDM untuk menyongsong masa depan pariwisata yang mendunia.
