Kaltara berkisah.id, TARAKAN – Kekayaan sejarah dan potensi destinasi wisata di sekitar kawasan dermaga hingga pesisir Tarakan terus mendapat perhatian serius dari pemerintah provinsi. Salah satu situs bersejarah yang menjadi fokus pelestarian adalah lokasi peninggalan sejarah tembakan meriam di Kelurahan Mamburungan, yang dinilai memiliki nilai edukasi dan daya tarik budaya yang tinggi bagi wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. Njau Anau, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa situs-situs sejarah lokal seperti meriam Mamburungan harus berada dalam pengawasan ketat serta dirawat sebaik mungkin.
Pemerintah berkomitmen memastikan bahwa pengelolaan aset wisata sejarah ini berjalan optimal demi menjaga keaslian dan kelestariannya.
“Situs sejarah seperti meriam di Mamburungan yang berada di jalur strategis dekat dermaga Tarakan adalah identitas masa lalu kita. Tempat-tempat wisata dan cagar budaya seperti ini harus selalu dalam pengawasan, dirawat sebaik mungkin, dan tidak boleh dibiarkan terbengkalai,” ujar Njau Anau.
Optimalisasi Anggaran APBD untuk Perawatan Tepat Sasaran
Dalam upaya menjaga keberlangsungan destinasi, Njau Anau menyampaikan bahwa penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) diarahkan secara transparan dan akuntabel.
Setiap alokasi anggaran yang digelontorkan untuk sektor pariwisata dipastikan terserap secara efektif untuk pemeliharaan fasilitas umum, perbaikan akses, serta konservasi objek wisata sejarah.
Dispar Kaltara terus berkoordinasi dengan pemerintah kota serta kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat agar pengawasan harian di lapangan dapat berjalan dengan maksimal.
“Kami berupaya agar seluruh tempat wisata, termasuk situs sejarah di Mamburungan, dirawat sesuai dengan alokasi anggaran yang ada. Prinsipnya, APBD yang digunakan harus benar-benar dirasakan manfaatnya secara optimal oleh masyarakat dan mendatangkan nilai tambah bagi sektor pariwisata daerah,” tambahnya.
Menghidupkan Wisata Sejarah Berbasis Edukasi
Dengan perawatan yang terpadu dan pemanfaatan anggaran yang tepat sasaran, Dispar Kaltara optimis destinasi wisata sejarah di Tarakan tidak hanya menjadi tempat rekreasi semata, tetapi juga pusat edukasi sejarah perjuangan bagi generasi muda maupun wisatawan luar daerah yang datang melalui jalur laut dan dermaga Tarakan.
Langkah konservasi ini sekaligus melengkapi ekosistem pariwisata Kaltara yang memadukan keindahan alam, bahari, dan kekayaan warisan sejarah lokal dalam satu kesatuan yang berdaya saing.
