kaltaraberkisah.id, TANJUNG SELOR — Kekayaan tradisi kebaharian dan budaya sungai di Kalimantan Utara (Kaltara) menyimpan potensi besar untuk berbicara di kancah nasional. Salah satu agenda budaya paling masif di Bumi Benuanta, Lomba Perahu Panjang dalam Festival Sungai Kayan, kini terus didorong secara strategis untuk menembus Kalender Pariwisata Nasional (Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata).
Penyelenggaraan yang konsisten setiap tahunnya dengan melibatkan ribuan pendayung dari berbagai penjuru membuktikan bahwa event ini memiliki daya tarik wisata massa yang luar biasa. Tidak hanya sekadar ajang adu kecepatan di atas air, Festival Sungai Kayan dinilai memiliki nilai jual budaya yang sangat kuat untuk menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Penggerak Ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Daya ungkit ekonomi dari penyelenggaraan festival ini tergolong masif. Setiap kali perhelatan akbar ini digelar, ribuan penonton yang memadati bantaran Sungai Kayan turut menggerakkan roda perekonomian lokal secara signifikan—mulai dari sektor perhotelan, kuliner, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Tanjung Selor.
Dengan masuknya festival ini ke dalam agenda pariwisata nasional, gaung promosi diyakini akan semakin luas. Hal ini diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata berbasis budaya air, sekaligus memperkuat posisi Kaltara sebagai destinasi wisata unggulan di perbatasan utara Indonesia.
Langkah penguatan infrastruktur pendukung, pelibatan aktif komunitas adat, serta tata kelola event yang profesional menjadi kunci utama agar tradisi mendayung di Sungai Kayan ini tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat.
