Kaltara berkisah.id, TANJUNG SELOR – Pengembangan pariwisata di Kalimantan Utara dinilai membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Pemerintah Provinsi Kaltara meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak melihat pariwisata sebagai urusan satu dinas saja.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., mengatakan pengembangan sektor pariwisata harus dilakukan melalui kolaborasi antarlembaga agar potensi yang dimiliki daerah dapat memberikan dampak ekonomi lebih luas.
Menurut Denny, pariwisata memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor, mulai dari transportasi, perdagangan, UMKM, ekonomi kreatif hingga pelayanan publik.
Karena itu, setiap OPD dinilai memiliki ruang untuk berkontribusi dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih baik.
Denny kembali mencontohkan Kota Mojokerto, Jawa Timur. Meski memiliki wilayah relatif kecil dengan empat kecamatan, daerah tersebut mampu mengembangkan potensi wisata, terutama wisata sejarah, hingga turut menopang pertumbuhan ekonomi.
“Keberhasilan daerah lain dapat menjadi pembelajaran bagi kita. Potensi yang dimiliki harus dipetakan dan dikembangkan secara bersama-sama,” ujarnya.
Ia menekankan, potensi wisata Kaltara yang tersebar di berbagai wilayah perlu dipetakan secara menyeluruh. Pengembangannya juga harus disertai sinergi antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik destinasi wisata, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Peningkatan PAD dari sektor pariwisata bukan hanya tanggung jawab Dinas Pariwisata, tetapi seluruh OPD harus berkolaborasi dan bersinergi untuk bersama-sama meningkatkannya,” pungkas Denny.
