Skip to content
Kaltara Berkisah

Kaltara Berkisah

Berita Kalimantan Utara

KOP-PEMPROV-2025-scaled-1
Primary Menu
  • Berita
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tana Tidung
    • Tarakan
    • Malinau
    • Nunukan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pendidikan
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Agustus
  • 19
  • Festival Budaya Bukan Sekadar Seremonial, Bisa Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Advertorial

Festival Budaya Bukan Sekadar Seremonial, Bisa Gerakkan Ekonomi Lokal

Admin 19 Agustus 2026 (Last updated: 27 September 2026) 3 minutes read
IMG_9613

Kaltara berkisah.id, TANJUNG SELOR – Festival budaya di Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang pertunjukan budaya, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari strategi pariwisata daerah.

Kehadiran wisatawan dalam sebuah festival dapat membuka peluang bagi berbagai sektor ekonomi lokal, mulai dari kuliner, kerajinan, transportasi, akomodasi hingga jasa pariwisata. Dampaknya akan semakin terasa apabila masyarakat setempat mendapat ruang yang cukup untuk terlibat dalam kegiatan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltara, Dr. Njau Anau, S.Pd., M.Si., mengatakan festival budaya seharusnya dirancang dengan konsep yang mampu menghubungkan nilai budaya dengan potensi ekonomi masyarakat.

“Festival itu jangan hanya dilihat sebagai acara. Di dalamnya ada peluang ekonomi masyarakat. Ketika wisatawan datang, mereka akan membutuhkan makanan, transportasi, tempat menginap, oleh-oleh dan berbagai kebutuhan lainnya,” kata Njau.

Menurutnya, pelaku lokal harus menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan festival. UMKM kuliner, pengrajin, pelaku ekonomi kreatif hingga penyedia jasa wisata dapat diberikan ruang untuk menawarkan produk dan layanan kepada pengunjung.

“Jadi kita ingin masyarakat bukan hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian dari kegiatan itu sendiri. Mereka bisa menjual produk, menampilkan karya, memperkenalkan kuliner dan menunjukkan potensi daerahnya,” ujarnya.

Njau juga menilai kurasi kegiatan menjadi hal penting agar setiap festival memiliki karakter yang kuat. Unsur budaya, pertunjukan seni, kuliner dan ekonomi kreatif dapat disusun dalam satu tema yang mudah dipahami wisatawan.

“Setiap festival harus punya cerita dan karakter. Jangan sampai semua kegiatan bentuknya sama. Kita perlu mengangkat keunikan masing-masing daerah sehingga wisatawan punya alasan untuk datang,” jelasnya.

Dari sisi promosi, pemanfaatan media digital juga menjadi bagian penting. Konten berupa video, foto dan cerita mengenai festival dapat dipublikasikan sebelum kegiatan berlangsung untuk membangun ketertarikan calon wisatawan.

Namun, promosi menurut Njau tetap harus disesuaikan dengan target pasar yang ingin dijangkau.

“Sekarang orang mencari informasi melalui media digital. Karena itu festival juga harus dikemas dalam konten yang menarik, tetapi tetap menyampaikan apa yang menjadi identitas dan nilai budaya dari kegiatan tersebut,” katanya.

Selain pelaksanaan, evaluasi setelah festival juga diperlukan. Penyelenggara dapat melihat jumlah pengunjung, transaksi UMKM, kualitas pelayanan hingga dampak kegiatan terhadap masyarakat sebagai bahan perbaikan untuk penyelenggaraan berikutnya.

“Setelah kegiatan selesai jangan langsung dianggap selesai semuanya. Kita harus evaluasi. Apa yang berhasil, apa yang perlu diperbaiki, bagaimana dampaknya terhadap masyarakat dan apakah wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik,” tuturnya.

Meski memiliki potensi ekonomi, Njau menegaskan nilai budaya tetap harus menjadi dasar dalam penyelenggaraan festival. Tradisi dan identitas masyarakat tidak semestinya diubah hanya demi mengejar hiburan apabila perubahan tersebut justru menghilangkan makna budaya.

“Kita ingin budaya dan ekonomi bisa berjalan bersama. Ekonominya tumbuh, tetapi nilai budayanya tetap terjaga. Jangan sampai karena ingin ramai, kemudian kita kehilangan identitas,” tegasnya.

Dengan keseimbangan antara budaya dan ekonomi, festival diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang promosi destinasi sekaligus membuka peluang bagi masyarakat Kaltara untuk memperkenalkan identitas, produk dan kreativitas daerah kepada wisatawan.

About the Author

Admin

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Menelusuri Kekayaan Seni Suara Nusantara: Pesona Empat Alat Musik Tradisional Kebanggaan Kalimantan Utara
Next: Merawat Alam, Menjaga Peradaban: Komitmen Kaltara Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan

Related Stories

206d28c6-67d3-4b6a-aeab-06d09056534a
  • Advertorial

Geber Target Wisata 2026, Dispar Kaltara Perkuat Kualitas Hotel dan Destinasi Unggulan Tarakan

Admin 30 September 2026
f7bb6dbd-cd53-4e19-8817-42fdbb0c6df2
  • Advertorial

UMKM Kaltara Wajib Hadir di Setiap Destinasi Wisata, Dispar Komitmen Rangkul Karya Putra Daerah

Admin 30 September 2026
563443f0-e494-4b0a-84de-b52af88fe6e2
  • Advertorial

Kuasai Bahasa Asing, Kunci Emas Anak Kaltara Bawa Karya Lokal Tembus Pasar Global

Admin 30 September 2026

Recent Posts

  • Alasan Sekwan DPRD Kaltara, Kebenaran atau Pembenaran?
  • Jumlah Lansia Kaltara Diproyeksi Tembus 109 Ribu Jiwa, Sekprov Minta RAD Terukur
  • HUT ke-14 Kaltara, Gubernur Ajak Masyarakat Perkuat Persaudaraan dan Pemerataan Ekonomi
  • HUT ke-14 Kaltara, Gubernur Zainal Tekankan Tiga Prioritas Pembangunan
  • HUT ke-14 Kaltara, Gubernur Paparkan Capaian Ekonomi dan Tantangan Pembangunan

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Oktober 2026
  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Juni 2025

Categories

  • Advertorial
  • Berita
  • Budaya
  • Bulungan
  • Daerah
  • DPRD KALTARA
  • Ekonomi
  • Kaltara
  • Kriminal
  • Malinau
  • Nunukan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • Wisata
Copyright © 2026 All rights reserved. | ReviewNews by AF themes.