Malinau – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali meneguhkan posisinya sebagai rumah bagi keragaman budaya nusantara melalui perhelatan akbar Festival Aco Lundayeh. Acara yang menjadi agenda penting masyarakat Suku Dayak Lundayeh ini sukses menghadirkan kemeriahan sekaligus memperkokoh identitas kebudayaan lokal di bumi Benuanta.
Aco Lundayeh – yang secara harfiah bermakna hari raya atau pesta adat diselenggarakan bukan sekadar sebagai hiburan rakyat, melainkan wujud rasa syukur atas hasil alam serta sarana mempererat tali silaturahmi. Festival ini mempertemukan ribuan masyarakat adat Dayak Lundayeh, tidak hanya dari berbagai kabupaten di Kaltara seperti Malinau dan Nunukan, tetapi juga menarik diaspora suku Lundayeh dari luar negeri seperti Sabah, Sarawak, hingga Brunei Darussalam.
Berbagai rangkaian kegiatan menarik disuguhkan dalam perhelatan ini. Mulai dari pementasan seni tari tradisional, alunan musik etnik yang memukau, pameran kerajinan tangan khas, hingga perlombaan olahraga tradisional yang menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan. Seluruh peserta dan pengunjung tampak antusias mengenakan atribut busana adat lengkap dengan corak khas yang penuh warna.
Lebih dari sekadar kemeriahan seremonial, Festival Aco Lundayeh memiliki nilai strategis dalam upaya pelestarian warisan leluhur. Di tengah arus modernisasi yang masif, ajang ini menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal, mencintai, dan bangga terhadap akar budaya mereka.
Pemerintah daerah bersama lembaga adat terus berkomitmen menjadikan Festival Aco Lundayeh sebagai agenda pariwisata unggulan. Diharapkan, perhelatan ini tidak hanya melestarikan kearifan lokal, tetapi juga mampu mendongkrak sektor pariwisata budaya dan menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang ke Kalimantan Utara. (*)
