Skip to content
Kaltara Berkisah

Kaltara Berkisah

Berita Kalimantan Utara

KOP-PEMPROV-2025-scaled-1
Primary Menu
  • Berita
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tana Tidung
    • Tarakan
    • Malinau
    • Nunukan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pendidikan
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Agustus
  • 11
  • Pesta Budaya Aco Lundayeh, Momentum Pemersatu dan Etalase Kekayaan Tradisi Dayak Lundayeh di Kaltara
  • Budaya

Pesta Budaya Aco Lundayeh, Momentum Pemersatu dan Etalase Kekayaan Tradisi Dayak Lundayeh di Kaltara

Admin 11 Agustus 2026 (Last updated: 24 September 2026) 2 minutes read
IMG_9535

Malinau – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali meneguhkan posisinya sebagai rumah bagi keragaman budaya nusantara melalui perhelatan akbar Festival Aco Lundayeh. Acara yang menjadi agenda penting masyarakat Suku Dayak Lundayeh ini sukses menghadirkan kemeriahan sekaligus memperkokoh identitas kebudayaan lokal di bumi Benuanta.

Aco Lundayeh – yang secara harfiah bermakna hari raya atau pesta adat diselenggarakan bukan sekadar sebagai hiburan rakyat, melainkan wujud rasa syukur atas hasil alam serta sarana mempererat tali silaturahmi. Festival ini mempertemukan ribuan masyarakat adat Dayak Lundayeh, tidak hanya dari berbagai kabupaten di Kaltara seperti Malinau dan Nunukan, tetapi juga menarik diaspora suku Lundayeh dari luar negeri seperti Sabah, Sarawak, hingga Brunei Darussalam.

Berbagai rangkaian kegiatan menarik disuguhkan dalam perhelatan ini. Mulai dari pementasan seni tari tradisional, alunan musik etnik yang memukau, pameran kerajinan tangan khas, hingga perlombaan olahraga tradisional yang menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan. Seluruh peserta dan pengunjung tampak antusias mengenakan atribut busana adat lengkap dengan corak khas yang penuh warna.

Lebih dari sekadar kemeriahan seremonial, Festival Aco Lundayeh memiliki nilai strategis dalam upaya pelestarian warisan leluhur. Di tengah arus modernisasi yang masif, ajang ini menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal, mencintai, dan bangga terhadap akar budaya mereka.

Pemerintah daerah bersama lembaga adat terus berkomitmen menjadikan Festival Aco Lundayeh sebagai agenda pariwisata unggulan. Diharapkan, perhelatan ini tidak hanya melestarikan kearifan lokal, tetapi juga mampu mendongkrak sektor pariwisata budaya dan menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang ke Kalimantan Utara. (*)

About the Author

Admin

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Gajah Kalimantan dan Hutan Kaltara: Menjaga Alam, Merawat Potensi Wisata
Next: Tugu Dwikora, Wisata Sejarah yang Mengingatkan Jejak Perjuangan di Perbatasan

Related Stories

IMG_9807
  • Budaya

Menjaga Marwah Warisan Kesultanan: Mengenal Lebih Dekat Pesona Tari Tradisional Suku Bulungan

Admin 28 September 2026
IMG_9805
  • Budaya

Keanggunan Budaya Pesisir: Mengenal Tari Tradisional Asli Suku Tidung, Kalimantan Utara

Admin 28 September 2026
temp_image_E00417E1-89D9-4078-BB12-226F109F9FDA
  • Budaya

Festival Sumingkawot, Atraksi Budaya Dayak Tahol yang Berpotensi Jadi Daya Tarik Wisata Malinau

Admin 21 September 2026

Recent Posts

  • Alasan Sekwan DPRD Kaltara, Kebenaran atau Pembenaran?
  • Jumlah Lansia Kaltara Diproyeksi Tembus 109 Ribu Jiwa, Sekprov Minta RAD Terukur
  • HUT ke-14 Kaltara, Gubernur Ajak Masyarakat Perkuat Persaudaraan dan Pemerataan Ekonomi
  • HUT ke-14 Kaltara, Gubernur Zainal Tekankan Tiga Prioritas Pembangunan
  • HUT ke-14 Kaltara, Gubernur Paparkan Capaian Ekonomi dan Tantangan Pembangunan

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Oktober 2026
  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Juni 2025

Categories

  • Advertorial
  • Berita
  • Budaya
  • Bulungan
  • Daerah
  • DPRD KALTARA
  • Ekonomi
  • Kaltara
  • Kriminal
  • Malinau
  • Nunukan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • Wisata
Copyright © 2026 All rights reserved. | ReviewNews by AF themes.