Kaltaraberkisah. Id, BULUNGAN — Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan kunjungan kerja ke RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, Kalimantan Timur, untuk mempelajari pengelolaan layanan kesehatan modern dan transformasi sistem pelayanan rumah sakit.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya DPRD Kaltara mencari referensi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di daerah, khususnya melalui penguatan sarana prasarana, digitalisasi layanan, serta peningkatan kemandirian pengelolaan rumah sakit.
Rombongan dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Tamara Moriska, bersama anggota Rahman dan Listiani. Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat langsung pengelolaan rumah sakit rujukan di Kalimantan Timur, termasuk penerapan teknologi dalam sistem pelayanan kesehatan.
Pelaksana Tugas Direktur RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, Ahmad Jais, memaparkan arah pengembangan rumah sakit yang ditargetkan menjadi rumah sakit unggulan berstandar internasional pada 2029.
Untuk mencapai target tersebut, manajemen rumah sakit fokus pada peningkatan mutu pelayanan, digitalisasi sistem kesehatan, serta penguatan kemandirian sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Pada 2025, realisasi pendapatan kami mencapai 114 persen dari target,” kata Ahmad Jais.
Komisi IV DPRD Kaltara juga mencermati penerapan sejumlah inovasi layanan, salah satunya sistem rekam medis digital yang dinilai mampu mempercepat proses pelayanan dan meningkatkan efisiensi pengelolaan data pasien.
Selain itu, sistem penanganan keluhan pasien yang telah diselesaikan seluruhnya turut menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Hal ini dinilai menunjukkan pentingnya sistem pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Tamara Moriska menilai berbagai inovasi yang diterapkan RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo dapat menjadi referensi bagi pengembangan layanan kesehatan di Kalimantan Utara.
“Ini standar yang ingin kami adaptasi di Kaltara, terutama terkait kemandirian fiskal dan kepuasan pasien,” ujarnya.
Selain sistem pengelolaan rumah sakit, rombongan juga mencermati kesiapan layanan rujukan untuk penyakit jantung, stroke, dan kanker. Menurut Tamara, keberadaan layanan spesialis tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem rujukan dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap layanan kesehatan di luar daerah.
Rombongan turut meninjau penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) serta sistem layanan terpadu yang diterapkan rumah sakit tersebut. DPRD Kaltara berharap berbagai praktik baik yang diperoleh dari kunjungan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan untuk meningkatkan kenyamanan dan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kaltara.
Hasil kunjungan kerja tersebut selanjutnya akan menjadi salah satu referensi Komisi IV DPRD Kaltara dalam mendorong penyusunan kebijakan peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah.
DPRD menilai, penguatan sistem pelayanan, pemanfaatan teknologi, dan inovasi berkelanjutan menjadi kunci dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta membangun layanan kesehatan yang lebih modern, efektif, dan berorientasi pada kepuasan pasien. (*)
