Kaltaraberkisah. Com, TANJUNG SELOR – Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Utara (Kaltara) menyebut dugaan penggunaan anggaran ganda (double budget) yang kini tengah diselidiki Kejaksaan bermula dari beredarnya pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp (WA).
Meski demikian, Dispar menegaskan menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan siap bersikap kooperatif selama penyelidikan berlangsung.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltara, Njau Anau, mengatakan, pihaknya telah mengetahui informasi tersebut sejak awal, bahkan telah memenuhi panggilan klarifikasi sebelum tim penyidik melakukan penggeledahan di kantor Dispar.
Menurutnya, setelah mencermati isi pesan berantai tersebut dan membandingkannya dengan laporan yang dimiliki dinas, ditemukan sejumlah informasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Kita enggak bisa bilang salah karena ini awalnya kan dugaan dari WA berantai yang disampaikan kepada publik, termasuk Kejaksaan. Dari WA berantai
