Skip to content
Kaltara Berkisah

Kaltara Berkisah

Berita Kalimantan Utara

KOP-PEMPROV-2025-scaled-1
Primary Menu
  • Berita
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tana Tidung
    • Tarakan
    • Malinau
    • Nunukan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pendidikan
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Oktober
  • 16
  • Titik Api Kaltara Nol, Zainal Paliwang: Karhutla Harus Padam, Semangat Jangan Ikut Padam
  • Berita

Titik Api Kaltara Nol, Zainal Paliwang: Karhutla Harus Padam, Semangat Jangan Ikut Padam

Admin 16 Oktober 2026 (Last updated: 16 Oktober 2026) 3 minutes read
a566b3e9-d85f-46bf-b76c-ea50dabd459b

Kaltara berkisah.id, TANJUNG SELOR – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bukan sekadar persoalan memadamkan api, tetapi juga menguji kesiapan peralatan, dukungan anggaran, dan ketangguhan petugas di lapangan. Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa upaya penanganan Karhutla tidak boleh berhenti.

“Karhutla harus padam, tetapi semangat memadamkannya jangan sampai ikut padam. Api semangat memadamkannya harus lebih menyala daripada api Karhutla. Keterbasan alat dan dukungan anggaran bukan alasan untuk diam. Tetaplah semangat, jangan biarkan diammu membakar nafas dunia orang-orang yang kita cintai. Kita harus tetap bergerak, berkoordinasi, dan melakukan upaya terbaik untuk melindungi masyarakat serta lingkungan,” demikian pesan yang ditekankan dalam semangat penanganan Karhutla di Kaltara.

Kaltara mencatatkan capaian positif dalam penanganan Karhutla. Berdasarkan informasi yang disampaikan, jumlah titik api di provinsi ini tercatat nol. Capaian tersebut menjadi kabar baik di tengah kobar persoalan Karhutla yang masih dihadapi sejumlah wilayah lain di Pulau Kalimantan.

Kendati demikian, keberhasilan menekan titik api bukan alasan untuk mengendurkan kewaspadaan. Pencegahan, pemantauan, dan kesiapsiagaan tetap diperlukan agar kebakaran tidak kembali muncul, terutama ketika kondisi cuaca dan karakteristik lahan meningkatkan risiko penyebaran api.

“Kita semua harus bersahabat dalam menghadapi cuaca yang tidak bersahabat ini,” ucapnya.

Salah satu tantangan yang dihadapi dalam penanganan Karhutla di Kaltara adalah kebakaran pada lahan gambut. Api yang terlihat padam di permukaan belum tentu sepenuhnya mati karena bara dapat bertahan di lapisan tanah dan kembali memicu kebakaran.

“Di atas itu dia padam, tetapi di dalam gambutnya kita harus memastikan bara api benar-benar mati,” menjadi gambaran tantangan yang perlu dihadapi petugas saat menangani kebakaran di lahan gambut.

Kondisi tersebut menuntut penanganan yang cermat, pemantauan berulang, serta dukungan peralatan yang sesuai dengan karakteristik lahan. Tanpa langkah lanjutan, titik kebakaran yang semula terkendali berpotensi kembali menyala.

Dalam penanganan Karhutla di kawasan Selimau, keterlibatan langsung di lapangan menjadi bagian penting dari upaya mengendalikan kebakaran dan meminimalkan dampaknya. Upaya tersebut juga memperlihatkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan.

Keterbatasan peralatan dan anggaran memang menjadi tantangan yang tidak dapat diabaikan. Namun, kondisi itu perlu dijawab melalui koordinasi lintas instansi, pemanfaatan sumber daya yang tersedia, serta dukungan pemerintah sesuai kewenangannya.

Di sisi lain, dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah diperlukan agar petugas memiliki sarana memadai untuk menangani kebakaran, khususnya di kawasan gambut yang membutuhkan metode pemadaman berbeda dari lahan biasa.

Capaian nol titik api di Kaltara patut menjadi dorongan untuk mempertahankan kesiapsiagaan. Namun, angka tersebut perlu terus dipantau berdasarkan data dan periode pengamatan yang jelas, mengingat kondisi Karhutla dapat berubah mengikuti cuaca dan aktivitas di lapangan.

Pesan yang perlu dijaga adalah bahwa setiap kebakaran harus ditangani dengan serius. Keterbatasan tidak boleh mematikan inisiatif, sementara semangat petugas harus diimbangi dengan dukungan peralatan, anggaran, dan koordinasi yang memadai.

Bagi Kaltara, menjaga hutan dan lahan tetap aman bukan hanya tentang memastikan api padam hari ini, melainkan juga mencegahnya kembali menyala esok hari. (*)

About the Author

Admin

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Susah Ditangkis, Pemberdayaan Disabilitas Bulungan Raih MURI
Next: Gubernur Kaltara soal SPBU Tak Buka 24 Jam: “Karyawan Bukan Robot, Mereka Juga Butuh Istirahat”

Related Stories

530b621d-da82-4bf4-954c-4ff92af7150f
  • Berita

Alasan Sekwan DPRD Kaltara, Kebenaran atau Pembenaran?

Admin 29 Oktober 2026
IMG_0926
  • Berita

Jumlah Lansia Kaltara Diproyeksi Tembus 109 Ribu Jiwa, Sekprov Minta RAD Terukur

Admin 27 Oktober 2026
IMG_0925
  • Berita

HUT ke-14 Kaltara, Gubernur Ajak Masyarakat Perkuat Persaudaraan dan Pemerataan Ekonomi

Admin 26 Oktober 2026

Recent Posts

  • Alasan Sekwan DPRD Kaltara, Kebenaran atau Pembenaran?
  • Jumlah Lansia Kaltara Diproyeksi Tembus 109 Ribu Jiwa, Sekprov Minta RAD Terukur
  • HUT ke-14 Kaltara, Gubernur Ajak Masyarakat Perkuat Persaudaraan dan Pemerataan Ekonomi
  • HUT ke-14 Kaltara, Gubernur Zainal Tekankan Tiga Prioritas Pembangunan
  • HUT ke-14 Kaltara, Gubernur Paparkan Capaian Ekonomi dan Tantangan Pembangunan

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Oktober 2026
  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Juni 2025

Categories

  • Advertorial
  • Berita
  • Budaya
  • Bulungan
  • Daerah
  • DPRD KALTARA
  • Ekonomi
  • Kaltara
  • Kriminal
  • Malinau
  • Nunukan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • Wisata
Copyright © 2026 All rights reserved. | ReviewNews by AF themes.