Skip to content
Kaltara Berkisah

Kaltara Berkisah

Berita Kalimantan Utara

KOP-PEMPROV-2025-scaled-1
Primary Menu
  • Berita
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tana Tidung
    • Tarakan
    • Malinau
    • Nunukan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pendidikan
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • September
  • 13
  • Bukan Sekadar Burung, Enggang Punya Cerita Panjang di Balik Budaya dan Wisata Kaltara
  • Wisata

Bukan Sekadar Burung, Enggang Punya Cerita Panjang di Balik Budaya dan Wisata Kaltara

Admin 13 September 2026 (Last updated: 21 September 2026) 3 minutes read
photo-output

Kaltara berkisah.id, TANJUNG SELOR – Burung enggang bukan sekadar satwa yang menghuni hutan Kalimantan. Burung dengan paruh besar dan bentuk khas ini memiliki hubungan erat dengan ekosistem hutan sekaligus menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Dayak.

Di Kalimantan Utara, keberadaan enggang dapat menjadi bagian dari cerita wisata yang mempertemukan kekayaan alam dan budaya. Satwa ini dapat dikenalkan melalui wisata edukasi, pengamatan burung hingga narasi budaya masyarakat yang hidup berdampingan dengan hutan.

Secara biologis, enggang atau rangkong merupakan kelompok burung dari famili Bucerotidae. Kalimantan menjadi habitat sejumlah jenis rangkong, termasuk enggang cula atau rangkong badak (Buceros rhinoceros).

Habitat enggang sangat bergantung pada keberadaan hutan dengan pepohonan besar. Selain menjadi sumber makanan, pohon-pohon tua juga menyediakan lubang alami yang digunakan untuk bersarang. Enggang juga memakan berbagai buah, termasuk buah dari sejumlah jenis pohon hutan.

Kondisi habitat tersebut membuat keberadaan enggang berkaitan erat dengan kelestarian hutan. Ketika hutan dan pohon-pohon besar berkurang, ruang untuk mencari makan maupun berkembang biak ikut terancam.

Dari sisi populasi, kondisi setiap jenis enggang berbeda. Enggang cula tercatat berstatus Vulnerable (VU) atau rentan dalam daftar IUCN, sementara rangkong gading (Rhinoplax vigil) berada pada kategori Critically Endangered (CR) atau kritis.

Belum terdapat satu angka yang dapat menggambarkan jumlah seluruh populasi enggang di Kalimantan Utara. Sejumlah penelitian di kawasan Kalimantan menunjukkan keberadaan rangkong sangat dipengaruhi kondisi habitat, ketersediaan pohon pakan dan pohon besar untuk bersarang.

Enggang juga memiliki peran penting dalam ekosistem sebagai penyebar biji. Setelah memakan buah, burung ini membantu menyebarkan biji ke berbagai lokasi sehingga turut mendukung regenerasi hutan.

Di sisi budaya, enggang telah lama hadir dalam berbagai unsur kehidupan masyarakat Dayak. Bentuk dan simbolnya dapat ditemukan dalam motif pakaian, ukiran, ornamen hingga seni tradisional. Makna yang melekat pada enggang pun dapat berbeda di antara komunitas Dayak.

Nilai alam dan budaya tersebut membuka peluang untuk menjadikan enggang sebagai bagian dari pengembangan wisata Kaltara. Wisatawan tidak hanya diajak melihat burung, tetapi juga mengenal habitat, hutan, budaya dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Konsep wisata pengamatan burung atau birdwatching dapat dipadukan dengan wisata edukasi dan budaya. Cerita mengenai enggang juga dapat dikembangkan melalui kerajinan, pertunjukan seni, dokumentasi digital maupun paket wisata berbasis masyarakat.

Dengan begitu, enggang tidak hanya menjadi simbol budaya atau satwa hutan, tetapi dapat menjadi bagian dari narasi wisata yang menghubungkan alam, budaya dan pelestarian.

Sebab, ketika enggang tetap memiliki hutan untuk hidup, yang terjaga bukan hanya keberadaan satu satwa, tetapi juga ekosistem dan cerita budaya yang telah tumbuh bersama masyarakat Kalimantan.

About the Author

Admin

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Transformasi Pariwisata Kaltara: Penguatan SDM dan Peran Aktif Masyarakat Jadi Kunci Utama
Next: Menjaga Marwah Leluhur, Mengenal Lebih Dekat Ritual Pugurungan Pernikahan Adat Dayak Bulusu

Related Stories

IMG_9799
  • Wisata

Pesona Air Terjun Gunung Rian, Keajaiban Tujuh Tingkat di Kaki Pegunungan Tana Tidung

Admin 28 September 2026
IMG_9803
  • Wisata

Menjaga Jejak Sang Legenda: Asal-Usul dan Keberadaan Banteng Kalimantan di Kayan Mentarang

Admin 27 September 2026
IMG_9794
  • Wisata

Sensasi Hangat di Jantung Borneo: Menikmati Wisata Pemandian Alam dan Pesona Geotermal Metun Sajau

Admin 27 September 2026

Recent Posts

  • Alasan Sekwan DPRD Kaltara, Kebenaran atau Pembenaran?
  • Jumlah Lansia Kaltara Diproyeksi Tembus 109 Ribu Jiwa, Sekprov Minta RAD Terukur
  • HUT ke-14 Kaltara, Gubernur Ajak Masyarakat Perkuat Persaudaraan dan Pemerataan Ekonomi
  • HUT ke-14 Kaltara, Gubernur Zainal Tekankan Tiga Prioritas Pembangunan
  • HUT ke-14 Kaltara, Gubernur Paparkan Capaian Ekonomi dan Tantangan Pembangunan

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Oktober 2026
  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Juni 2025

Categories

  • Advertorial
  • Berita
  • Budaya
  • Bulungan
  • Daerah
  • DPRD KALTARA
  • Ekonomi
  • Kaltara
  • Kriminal
  • Malinau
  • Nunukan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • Wisata
Copyright © 2026 All rights reserved. | ReviewNews by AF themes.