Kaltaraberkisah.id, Nunukan- Di balik area berbukit-bukit yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia, tersimpan sebuah kawasan eksotis bernama Krayan. Wilayah dataran tinggi di Kalimantan Utara ini, yang cukup terisolasi karena infrastuktur yang belum memadai, sebenarnya menjanjikan keindahan alam, budaya, dan sejarah yang kaya serta mempunyai potensi wisata yang luar biasa.
Bayangkan diri Anda melangkah ke tanah perbatasan yang asri, menghirup udara pegunungan yang sangat murni, dan menyaksikan langsung kepingan surga Nusantara yang masih terjaga keasliannya. Krayan adalah destinasi impian bagi para pencinta petualangan sejati yang haus akan pengalaman autentik dan jauh dari hiruk-pikuk kota modern.
Panorama Spektakuler dari Atas Bukit Yuvai Semaring
Bukit Yuvai Semaring (± 1.100 mdpl) adalah salah satu areal kunjungan favorit di Krayan. Dari atas bukit yang terletak di Kecamatan Krayan Induk ini, wisatawan bisa melihat dengan jelas seluruh Krayan yang terdiri dari lima kecamatan. Anda dapat menikmati keindahan matahari terbit atau matahari tenggelam dari atas bukit ini bila tidak tertutup kabut.
Memanjat bukit ini membutuhkan waktu sekitar 30–45 menit, tergantung dari kemampuan fisik. Bagi hikers berpengalaman, waktu tempuh bisa lebih cepat sekitar 15–20 menit. Sekitar 300 meter pertama sudah dibangun tangga hasil kerja sama penduduk desa, sementara selebihnya masih berupa jalur tanah yang cukup sempit, terjal, dan lumayan licin. Perjalanan menanjak ini akan terbayar lunas dengan panorama alam dataran tinggi yang luar biasa megah.
Jejak Legenda Sang Pahlawan Perbatasan
“Yuvai Semaring sendiri adalah sosok yang sangat dikagumi oleh masyarakat Krayan. Ia merupakan sosok pahlawan bagi masyarakat Dayak Lundayeh di Krayan pada masanya,” demikian Alex Balang, pemandu wisata lokal, mengawali ceritanya. Yuvai Semaring dikenal juga sebagai penjaga dan pemberi sinyal kepada masyarakat Long Bawan ketika musuh datang untuk menyerang dari berbagai arah.
Sinyalnya mengisyaratkan agar kaum laki-laki bersiap-siap menghadapi musuh, sementara anak-anak dan perempuan bersembunyi. Konon ceritanya, Yuvai Semaring juga dikenal sebagai seseorang yang sangat pandai mengukir, sehingga banyak masyarakat yang menaruh sarung atau gagang parang di depan guanya untuk diukir. Anehnya, tidak ada satupun orang yang pernah melihat wujud fisiknya secara langsung; masyarakat hanya mendengarkan suaranya dari atas bukit pada pagi hari atau saat ada ancaman bahaya.
Alex menjelaskan, “Gua tempat tinggal Yuvai Semaring ada di bukit ini, tepat di bawah kaki kita.” Hingga saat ini gua tersebut tetap dijaga oleh masyarakat, dinamakan Bukit Yuvai Semaring atau Buduk Yuvai Semaring, dan dijadikan sebagai objek wisata edukasi sejarah. Nama besar Yuvai Semaring bahkan diabadikan menjadi nama Bandar Udara di Long Bawan, Krayan.
Rencanakan langkah Anda sekarang juga, kunjungi Krayan, dan biarkan diri Anda terpukau oleh kemegahan alam serta magisnya legenda di perbatasan negeri!
