Kaltaraberkisah.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provins Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) menegaskan komitmen dalam merawat kondusifitas daerah dan membangun ruang pemahaman bersama terkait dinamika sosial di masyarakat.
Pemprov Kaltara menekankan pentingnya menyikapi persoalan sosial dengan kepala dingin demi menjaga harmonisasi dan ketertiban di bumi Taka. Sebagai bentuk terwujudnya dalam sarasehan bertajuk ” LGBT” dan pwnguatan pemahaman terhadap isu-isu sosial kemasyarakatan.
Mewakili Gubernur Kaltara, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltara, Dr. Njau Anau, S.Pd., M.Si., mengapresiasi sarasehan tersebut sebagai langkah positif untuk memahami isu sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
“Ini merupakan inisiatif yang positif. Kita perlu menghadapi isu sosial yang berkembang dengan arif dan bijaksana,” kata Njau.

Menurutnya, perubahan dalam sosial masyarakat kerap menghadirkan persoalan yang membutuhkan dialog. Dialog diperlukan agar masyarakat tidak terjebak pada polarisasi, stigma negatif, maupun informasi yang belum jelas.
Ia menyebut isu kelompok rentan dan LGBT menjadi salah satu persoalan yang belakangan banyak diperbincangkan di ruang publik.
Dalam menyikapi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melihatnya dari dua aspek utama. Pertama, aspek kemanusiaan dan hak dasar.
Menurut Njau, Kaltara memiliki norma, adat istiadat, serta nilai-nilai agama yang kuat dan mengakar di tengah masyarakat.
“Dialog ini penting agar kita bisa saling mendengar, menjaga harmoni sosial, menghormati nilai keagamaan, dan mencegah potensi konflik,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemprov Kaltara terus memberikan dukungan terhadap edukasi mental dan spiritual masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan, persaudaraan, kerukunan dan toleransi.
“Persatuan, persaudaraan, kerukunan, dan toleransi merupakan salah satu kunci keberhasilan pembangunan di Kalimantan Utara, jangan sampai anak-anak kita monoton terhadap hal menyimpang mari kita melindungi bersama-sama anak generai emas ,” pungkasnya.
Sarasehan tersebut menghadirkan Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Setempat (PGIS) Kabupaten Bulungan, Pdt. I Bagus Very Andogo, M.Th., serta Dokter Spesialis Jiwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmojo Kabupaten Bulungan, dr. Yuliana Christarina, Sp.KJ. (*)
