Skip to content
Kaltara Berkisah

Kaltara Berkisah

Berita Kalimantan Utara

KOP-PEMPROV-2025-scaled-1
Primary Menu
  • Berita
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tana Tidung
    • Tarakan
    • Malinau
    • Nunukan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pendidikan
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Juli
  • 6
  • Menyusuri Hutan Mangrove Tarakan, Menemukan Surga Hijau dan Rumah Sang Bekantan
  • Wisata

Menyusuri Hutan Mangrove Tarakan, Menemukan Surga Hijau dan Rumah Sang Bekantan

Admin 6 Juli 2026 (Last updated: 3 Agustus 2026) 3 minutes read
IMG_8109

Langkah kaki perlahan menapaki jembatan kayu yang membelah rimbunnya pepohonan bakau. Semilir angin membawa aroma khas hutan mangrove, sementara suara burung bersahutan memecah kesunyian. Sesekali riak air di bawah jembatan terlihat bergerak, menandakan kehidupan yang begitu kaya di balik akar-akar bakau yang menjuntai. Tak jauh dari sana, seekor bekantan tampak bergelantungan di dahan pohon, seolah menyambut setiap pengunjung yang datang.

Inilah Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan, salah satu destinasi wisata alam paling ikonik di Kalimantan Utara. Berada di Jalan Gajah Mada, tepat di pusat Kota Tarakan, kawasan ini menjadi bukti bahwa keindahan alam tak selalu berada jauh dari keramaian. Hanya beberapa menit dari pusat aktivitas kota, wisatawan sudah dapat menikmati suasana yang benar-benar berbeda—tenang, sejuk, dan penuh kehidupan.

Menyusuri jalur kayu yang membentang di tengah hutan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Di setiap sudut, hamparan pohon mangrove tumbuh rapat dengan akar-akar kokohnya yang mencengkeram tanah pesisir. Pepohonan inilah yang selama bertahun-tahun menjadi benteng alami Kota Tarakan dari ancaman abrasi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Namun, daya tarik utama kawasan ini bukan hanya hamparan hutan bakau. KKMB merupakan habitat alami bekantan, primata berhidung panjang yang menjadi satwa endemik Pulau Kalimantan. Melihat bekantan hidup bebas di habitat aslinya adalah pengalaman langka yang tidak mudah ditemukan di daerah lain. Pada pagi atau sore hari, satwa yang dikenal ramah ini sering terlihat berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya, menghadirkan momen yang selalu diburu para pecinta fotografi dan pencinta alam.

Tak hanya bekantan, kawasan konservasi ini juga menjadi rumah bagi berbagai jenis burung, reptil, kepiting bakau, ikan, hingga aneka tumbuhan pesisir. Setiap sudutnya menyimpan cerita tentang bagaimana alam bekerja menjaga kehidupan.

Lebih dari sekadar destinasi wisata, KKMB memiliki peran penting sebagai paru-paru Kota Tarakan. Dengan luas mencapai sekitar 22 hektare, kawasan ini mampu menyerap karbon, menjaga kualitas udara, serta menjadi pelindung alami kawasan pesisir dari gelombang laut. Tidak heran jika kawasan ini juga dimanfaatkan sebagai laboratorium alam oleh para pelajar, mahasiswa, hingga peneliti dari berbagai daerah bahkan mancanegara yang ingin mempelajari ekosistem mangrove.

Berkunjung ke KKMB bukan hanya tentang menikmati panorama hijau. Wisatawan juga diajak memahami pentingnya menjaga alam. Setiap langkah di atas jembatan kayu menjadi pengingat bahwa hutan mangrove merupakan benteng pertama yang melindungi kehidupan masyarakat pesisir sekaligus rumah bagi berbagai satwa yang kini semakin langka.

Fasilitas yang tersedia pun cukup lengkap. Jalur pejalan kaki yang nyaman, gazebo untuk beristirahat, area parkir, hingga pusat informasi membuat wisata keluarga ini semakin menyenangkan. Dengan harga tiket yang terjangkau, siapa pun dapat menikmati keindahan alam tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Bagi Anda yang berencana menjelajahi Kalimantan Utara, jangan hanya menikmati kuliner khas atau berbelanja di pusat kota Tarakan. Sisihkan waktu untuk menyusuri Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan. Rasakan kesejukan hutannya, nikmati keheningan alamnya, dan bila beruntung, abadikan momen saat bekantan muncul dari balik rimbunnya pepohonan.

Sebab di Tarakan, ada sebuah tempat yang mengajarkan bahwa alam bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga untuk dijaga. Dan Hutan Mangrove Tarakan adalah salah satu warisan terbaik yang dimiliki Kalimantan Utara bagi Indonesia.

About the Author

Admin

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Batu Tumpuk Bulungan, Keajaiban Alam dengan Susunan Batu Raksasa yang Memikat Wisatawan
Next: Air Terjun Binusan, Pesona Empat Tingkat yang Tersembunyi di Perbatasan Kalimantan

Related Stories

IMG_8112
  • Wisata

Air Terjun Binusan, Pesona Empat Tingkat yang Tersembunyi di Perbatasan Kalimantan

Admin 7 Juli 2026
IMG_8096
  • Wisata

Batu Tumpuk Bulungan, Keajaiban Alam dengan Susunan Batu Raksasa yang Memikat Wisatawan

Admin 5 Juli 2026
IMG_8094
  • Wisata

Hutan Pinus Tana Tidung, Oase Hijau di Jantung Kalimantan Utara yang Wajib Masuk Daftar Liburan

Admin 4 Juli 2026

Recent Posts

  • 43 Desa Wisata Jadi Kekuatan Baru Pariwisata Kaltara
  • Bermula WA Berantai, Dispar Kaltara Siap Kooperaktif Jalani Proses Hukum
  • Efisiensi Anggaran Tak Surutkan Langkah Dispar Kaltara Kejar Target Wisatawan
  • Dispar Kaltara Gelar Pelatihan Pokdarwis, Dorong Masyarakat Promosikan Wisata Daerah
  • Kembangkan 338 Objek Wisata, Dispar Kaltara Dorong Penetapan Riparda 20 Tahun

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Juni 2025

Categories

  • Advertorial
  • Berita
  • Bulungan
  • DPRD KALTARA
  • Ekonomi
  • Kaltara
  • Kriminal
  • Malinau
  • Nunukan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • Wisata
Copyright © 2026 All rights reserved. | ReviewNews by AF themes.