Kaltaraberkisah.id, TANJUNG SELOR – Pengabdian dan prestasi menjadi dua hal yang berjalan beriringan dalam perjalanan Bripda Wahyu Rhamadansyah, anggota Brimob Polda Kalimantan Utara yang telah mengabdikan diri selama 14 tahun.
Di balik seragam dan tugas kedinasan yang dijalankan, Wahyu juga dikenal sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi di dunia olahraga bela diri. Perjalanan tersebut membawanya meraih berbagai prestasi, baik di tingkat nasional maupun dalam sejumlah ajang kompetisi lainnya.
Lulusan SETA Tahun 2012 di Pusdik Brimob Watukosek itu kemudian melanjutkan pendidikan SBP Polri Tahun 2026 di Pusdik Sabhara/Gasum. Dalam perjalanan kedinasannya, Wahyu pernah menjadi bagian dari Detasemen Gegana.
Ia juga pernah menjalankan sejumlah penugasan, di antaranya sebagai pengawal atlet dalam kegiatan nasional di Jayapura dan Timika, serta bertugas sebagai Walpri di Kabupaten Tana Tidung.
Namun, kesibukan dalam menjalankan tugas sebagai anggota Brimob tidak menghalangi Wahyu untuk terus mengembangkan kemampuan di dunia olahraga bela diri.
Sejumlah prestasi berhasil diraihnya. Di antaranya Juara 2 Nasional Kickboxing 2019, Juara 1 Kejuaraan Terbuka Kickboxing 2020, serta Juara 2 MMA Amatir IBA/MMA di Jakarta.

Ia juga berhasil meraih Medali Perak ASTA 2020 di Solo dan pernah menjalani kontrak bersama manajemen Chris John dalam ajang Boxing Championship periode 2019–2020.
Perjalanan Wahyu di dunia pertarungan juga membawanya mengikuti seleksi Road Fighting Championship di Jakarta. Dalam ajang tersebut, ia berhasil menembus 20 besar.
Selain prestasi, Wahyu juga memiliki kompetensi bela diri dengan DAN 1 Taekwondo serta DAN 1 (Black Belt) Kickboxing.
Kini, selain menjalankan tugas sebagai anggota Brimob, Wahyu juga aktif membina dan melatih atlet-atlet bela diri di Kalimantan Utara. Pengalaman dan kompetensi yang dimilikinya ia bagikan kepada generasi muda untuk membantu meningkatkan kemampuan sekaligus membangun mental bertanding para atlet.
Dedikasinya dalam membina atlet turut melahirkan sejumlah atlet berprestasi yang berhasil mengharumkan nama Kalimantan Utara dalam berbagai ajang tingkat nasional.
Bagi Wahyu, perjalanan sebagai anggota Brimob dan atlet merupakan dua hal yang sama-sama membutuhkan disiplin, keberanian, kerja keras, serta konsistensi.
Dari medan pengabdian hingga podium juara, perjalanan Bripda Wahyu Rhamadansyah menjadi gambaran sosok anggota Brimob yang mampu memadukan dedikasi dalam menjalankan tugas dengan semangat untuk terus berprestasi.
Kini, pengabdiannya tidak hanya diwujudkan melalui tugas kedinasan, tetapi juga melalui kontribusi dalam membina generasi atlet bela diri Kaltara. Sebuah perjalanan yang menunjukkan bahwa disiplin, keberanian, dan kerja keras dapat menjadi modal untuk terus mengukir prestasi serta membawa nama baik institusi dan daerah. (*)
