Kaltara berkisah.id, TANJUNG SELOR – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Utara terus mematangkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) di tengah persaingan antardaerah.
Mengandalkan keunikan potensi alam perbatasan serta kekayaan seni budaya, Kaltara optimistis mampu menarik kunjungan wisatawan secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Njau Anau, S.Pd., M.Si., mengungkapkan bahwa kunci utama pengembangan pariwisata Kaltara terletak pada keunikan destinasi dan efektivitas saluran pemasaran.
Fokus Borneo
“Di tengah persaingan pariwisata antarwilayah, Kaltara fokus menonjolkan wisata berbasis ekowisata, budaya adat, dan pesona perbatasan negara. Kami tidak hanya menyasar wisatawan lokal dan nasional, tetapi juga pasar mancanegara, khususnya dari negara tetangga seperti Malaysia,” ujar Njau Anau di Tanjung Selor.
Penggunaan narasi visual di Instagram, TikTok, hingga YouTube dinilai efektif menjangkau generasi muda dan wisatawan potensial. Pemanfaatan event-event besar seperti Benuanta Fest juga terus dioptimalkan sebagai wadah integrasi antara promosi wisata dan pameran produk ekraf unggulan.
Di sektor ekonomi kreatif, Njau Anau menyoroti potensi besar pada subsektor kriya, kuliner, dan fesyen batik khas Kaltara. Pemerintah Provinsi Kaltara berkomitmen memberikan dukungan penuh mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha, pendampingan kemasan, hingga fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
“Kami ingin produk UMKM dan ekraf Kaltara tidak hanya menjadi tuan rumah di daerah sendiri, tetapi sanggup menembus pasar nasional bahkan internasional. Kendala logistik dan pemasaran digital terus kita selesaikan secara bertahap melalui kolaborasi bersama marketplace dan program pelatihan berkelanjutan,” jelasnya.
Menghadapi target hingga akhir tahun 2026, Dinas Pariwisata Kaltara menargetkan peningkatan signifikan pada pergerakan wisatawan serta penguatan rantai pasok ekonomi kreatif daerah.
“Diharapkan, sinergi antara pariwisata dan ekonomi digital mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Utara,” pungkasnya.
